Pop!_OS vs Ubuntu di 2026 Pilih yang Mana?

Pop!_OS vs Ubuntu di 2026 Pilih yang Mana?

Pop!_OS vs Ubuntu di 2026: Pilih yang Mana?

Memilih distro Linux yang tepat bisa menjadi keputusan yang menentukan pengalaman komputasi kamu. Di awal tahun 2026, dua distro berbasis Debian ini masih menjadi pilihan favorit: Pop!_OS dari System76 dan Ubuntu dari Canonical.

Keduanya menawarkan stabilitas, kemudahan penggunaan, dan ekosistem software yang luas untuk berbagai kebutuhan pengguna.

Perbandingan antara Pop!_OS dan Ubuntu menjadi semakin menarik di tahun 2026, terutama setelah Pop!_OS 24.04 LTS resmi diluncurkan pada Desember 2025 dengan desktop environment COSMIC yang sepenuhnya baru.

Sementara itu, Ubuntu 26.04 LTS dijadwalkan rilis pada 23 April 2026 dengan GNOME 50 sebagai desktop environment default-nya. Pemahaman tentang perbedaan, kelebihan, dan kekurangan masing-masing distro akan membantu kamu menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik kamu.

Pop!_OS: Distro Linux dari System76

Pop!_OS adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh System76, perusahaan yang juga memproduksi komputer dan laptop khusus Linux. Distro ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 sebagai fork dari Ubuntu, dengan tujuan memberikan pengalaman yang lebih optimal untuk hardware System76.

Namun, Pop!_OS berkembang menjadi lebih dari sekadar distro untuk hardware System76. Target pengguna Pop!_OS mencakup developer, content creator, gamer, dan power user yang menginginkan sistem operasi yang clean, cepat, dan sudah dioptimasi untuk produktivitas tinggi.

System76 fokus pada pengalaman out-of-the-box yang superior, terutama dalam hal dukungan GPU dan performa gaming.

Ubuntu: Distro Linux Paling Populer

Ubuntu adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Canonical sejak tahun 2004. Sebagai salah satu distro Linux paling populer di dunia, Ubuntu telah menjadi pilihan utama untuk berbagai keperluan mulai dari desktop, server, hingga cloud computing.

Popularitas Ubuntu di kalangan pengguna bukan tanpa alasan. Distro ini menawarkan ekosistem yang sangat luas, dokumentasi lengkap, komunitas global yang massive, dan dukungan Long Term Support (LTS) selama 5 tahun.

Ubuntu juga dikenal sebagai distro yang sangat ramah pemula namun tetap powerful untuk kebutuhan profesional dan enterprise. Stabilitas dan kompatibilitas software yang tinggi menjadikan Ubuntu pilihan default untuk banyak developer dan organisasi di seluruh dunia.

Persamaan Pop!_OS dan Ubuntu

Meskipun memiliki beberapa perbedaan signifikan, Pop!_OS dan Ubuntu sebenarnya memiliki banyak kesamaan mendasar.

Pop!_OS dibangun dari repositori Ubuntu, yang berarti kamu mendapatkan akses ke software yang sama seperti di Ubuntu. Kedua distro ini berbasis Debian, sehingga arsitektur sistem dan struktur paket mereka sangat mirip.

Keduanya menggunakan package manager APT (Advanced Package Tool) untuk manajemen software, membuatnya mudah untuk menginstal, update, dan menghapus aplikasi.

Pop!_OS dan Ubuntu sama-sama memiliki dukungan komunitas yang kuat, meskipun Ubuntu memiliki komunitas yang lebih besar. Kompatibilitas software antara kedua distro ini sangat tinggi, hampir semua aplikasi yang berjalan di Ubuntu juga akan berjalan di Pop!_OS tanpa masalah.

Desktop Environment Default

Pop!_OS 24.04 LTS menandai perubahan besar dengan memperkenalkan COSMIC Desktop sebagai environment default-nya. COSMIC adalah desktop environment yang sepenuhnya ditulis ulang menggunakan bahasa pemrograman Rust, menawarkan performa yang lebih baik dan keamanan memori yang superior.

COSMIC hadir dengan fitur-fitur modern seperti tiling window management bawaan, customization yang ekstensif, dan aplikasi-aplikasi native seperti Files, Store, dan Terminal yang juga dibangun dengan Rust.

Ubuntu 26.04 LTS akan menggunakan GNOME 50 sebagai desktop environment vanilla-nya. GNOME adalah desktop environment yang sudah matang dengan pengalaman pengguna yang konsisten dan stabil.

Meskipun GNOME menawarkan performa yang solid berkat puluhan tahun optimasi, beberapa pengguna menganggapnya lebih berat dalam penggunaan resource dibanding alternatif lainnya.

Dari segi pengalaman pengguna, COSMIC menawarkan pendekatan yang lebih modern dan customizable dengan fokus pada produktivitas. GNOME vanilla di Ubuntu memberikan pengalaman yang lebih tradisional dan familiar, namun kurang fleksibel dalam hal customization tanpa menginstal extension tambahan.

Performa dan Optimasi Sistem

Dalam hal performa, Pop!_OS umumnya menunjukkan keunggulan dalam responsivitas dan efisiensi resource. Pop!_OS 24.04 dengan COSMIC Desktop dan Linux Kernel 6.17 dirancang untuk menjadi lightweight dan efisien.

Namun, perlu dicatat bahwa COSMIC sebagai desktop environment yang masih relatif baru memiliki penggunaan RAM yang bisa mencapai 1.2GB dalam beberapa konfigurasi, dengan beberapa laporan tentang memory usage yang meningkat dalam sesi penggunaan panjang.

Ubuntu, dengan GNOME yang sudah matang, menawarkan stabilitas performa yang lebih konsisten. Namun, Ubuntu bisa terasa sedikit lebih berat terutama pada hardware lama, terutama karena penggunaan Snap packages yang membutuhkan resource tambahan.

Boot time kedua distro umumnya sebanding, meskipun Pop!_OS sering dilaporkan sedikit lebih cepat berkat optimasi sistem yang lebih agresif.

Efisiensi resource adalah area di mana kedua distro memiliki trade-off berbeda. Pop!_OS menawarkan sistem yang lebih clean tanpa bloatware, sementara Ubuntu hadir dengan lebih banyak software pre-installed yang mungkin tidak kamu butuhkan.

Dalam benchmark real-life, perbedaan performa CPU antara keduanya minimal dan tidak signifikan untuk penggunaan normal.

Tampilan dan User Interface

Pop!_OS dengan COSMIC Desktop menawarkan desain visual yang modern, clean, dan minimalis. Interface-nya dirancang dengan fokus pada produktivitas, menampilkan top panel yang streamlined, workspace management yang intuitif, dan opsi theming yang extensive.

COSMIC memberikan kamu kontrol penuh atas warna background window dan container, membuatnya sangat customizable sesuai preferensi visual kamu.

Ubuntu menggunakan tema Yaru dengan GNOME yang memberikan tampilan yang lebih tradisional dan familiar. Interface Ubuntu menampilkan vertical dock di sisi kiri dan top bar yang menampilkan indikator sistem.

Desain Ubuntu lebih konservatif namun konsisten, cocok untuk pengguna yang menginginkan pengalaman desktop yang tidak terlalu banyak berubah dari versi ke versi.

Dari segi customization, COSMIC unggul dengan opsi personalisasi yang jauh lebih luas tanpa perlu menginstal extension pihak ketiga. Ubuntu memerlukan GNOME Extensions untuk customization mendalam, yang kadang bisa menyebabkan masalah kompatibilitas saat system update.

Keduanya mendukung multi-monitor dengan baik, meskipun Pop!_OS memiliki fitur hybrid graphics yang lebih advanced untuk penggunaan multi-GPU.

Auto-Tiling dan Window Management

Salah satu fitur signature Pop!_OS adalah auto-tiling window management yang sudah built-in. Fitur ini memungkinkan kamu untuk secara otomatis mengatur jendela aplikasi dalam layout tiled, meningkatkan produktivitas terutama saat multitasking dengan banyak aplikasi.

Auto-tiling di COSMIC sangat responsif dan dapat dikontrol sepenuhnya dengan keyboard shortcuts, membuatnya ideal untuk developer dan power user.

Ubuntu dengan GNOME vanilla tidak memiliki fitur tiling bawaan. Untuk mendapatkan fungsi serupa, kamu perlu menginstal extension seperti gTile atau Pop Shell (yang ironisnya berasal dari Pop!_OS).

Window management di Ubuntu menggunakan pendekatan traditional floating window dengan beberapa fitur snapping dasar.

Untuk produktivitas multitasking, auto-tiling Pop!_OS memberikan keunggulan signifikan. Kamu bisa dengan cepat mengatur layout workspace tanpa perlu drag-and-drop manual, menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi workflow.

Ubuntu tetap solid untuk multitasking, namun memerlukan lebih banyak input manual untuk mengatur window positioning.

Dukungan Hardware dan Driver

Pop!_OS terkenal dengan dukungan hardware yang excellent, terutama untuk gaming dan GPU. System76 menyediakan ISO installer terpisah untuk sistem dengan GPU NVIDIA dan AMD, dengan driver proprietary sudah pre-loaded untuk performa immediate.

Pop!_OS 24.04 juga memperkenalkan hybrid graphics support yang memungkinkan aplikasi secara otomatis berjalan pada GPU yang tepat, dengan opsi manual switching juga tersedia.

Driver NVIDIA di Pop!_OS adalah salah satu implementasi terbaik di dunia Linux. System76 telah mengoptimasi driver stack untuk memberikan performa gaming maksimal dan mengurangi masalah kompatibilitas yang sering terjadi di distro Linux lainnya.

Pop!_OS juga menggunakan kernel yang lebih recent dibanding Ubuntu, memberikan dukungan hardware modern yang lebih baik.

Ubuntu memiliki dukungan hardware yang sangat broad dan mature. Namun, driver proprietary seperti NVIDIA memerlukan instalasi manual melalui Additional Drivers utility.

Ubuntu 26.04 akan menggunakan kernel yang lebih conservatif (kemungkinan 6.20 atau 7.x) yang fokus pada stabilitas dibanding fitur bleeding-edge. Untuk hardware enterprise dan server, Ubuntu seringkali memiliki sertifikasi dan dukungan vendor yang lebih luas.

Software Store dan Package Management

Pop!_OS menggunakan COSMIC Store (sebelumnya Pop!_Shop) sebagai aplikasi software center-nya. COSMIC Store fokus pada Flatpak packages, menghindari Snap packages yang controversial.

Pendekatan ini memberikan app launch yang lebih cepat dan manajemen aplikasi yang lebih fleksibel. Interface COSMIC Store clean dan modern, memudahkan pencarian dan instalasi aplikasi.

Ubuntu Software Center di Ubuntu 26.04 heavily menggunakan Snap packages sebagai format default. Snap adalah teknologi containerized package dari Canonical yang kontroversial di komunitas Linux karena startup time yang lebih lambat dan penggunaan resource yang lebih besar.

Ubuntu Software Center juga mendukung Deb packages tradisional, namun Canonical semakin mendorong pengguna ke arah Snap. Ketersediaan aplikasi di kedua distro sangat comparable karena keduanya berbasis Ubuntu repositories.

Pop!_OS memberikan akses ke semua software Ubuntu plus beberapa tool System76 exclusive.Kemudahan instalasi software di Pop!_OS sedikit lebih baik karena Flatpak umumnya lebih user-friendly dan reliable dibanding Snap.

Update dan Rilis Versi

Saat artikel ini dibuat, Pop!_OS mengikuti schedule rilis yang agak berbeda dari Ubuntu. Pop!_OS 24.04 LTS baru dirilis pada Desember 2025, beberapa bulan setelah Ubuntu 24.04 LTS.

Ini karena System76 meluangkan waktu ekstra untuk memastikan COSMIC Desktop matang dan stabil sebelum rilis. Upgrade notification dari Pop!_OS 22.04 ke 24.04 baru tersedia mulai Januari 2026.

Ubuntu 26.04 LTS akan dirilis pada 23 April 2026 dengan schedule yang sangat predictable. Ubuntu menawarkan dua tipe rilis: LTS (Long Term Support) setiap 2 tahun dengan 5 tahun support, dan regular release setiap 6 bulan.

LTS release Ubuntu didesain untuk stabilitas maksimal dan merupakan pilihan recommended untuk production use. Stabilitas update di Ubuntu umumnya lebih conservative. Canonical melakukan extensive testing sebelum merilis update, memastikan tidak ada breaking changes.

Pop!_OS update biasanya sedikit lag di belakang Ubuntu upstream, namun System76 menambahkan optimasi dan patch khusus yang meningkatkan pengalaman pengguna. Kedua distro menyediakan automatic update system yang reliable dan aman.

Kelebihan Pop!_OS

Gaming experience di Pop!_OS adalah salah satu yang terbaik di ekosistem Linux. Dengan driver NVIDIA pre-installed dan optimasi khusus untuk gaming, kamu bisa langsung memainkan game favorit tanpa konfigurasi rumit.

Reviewer sering menyebut Pop!_OS sebagai "one of the better performing distros" untuk gaming berkat kernel yang lebih recent dan graphics driver stack yang optimal.

Optimasi untuk NVIDIA GPU adalah highlight utama Pop!_OS. System76 menyediakan ISO installer khusus NVIDIA yang sudah include driver proprietary terbaru, menghilangkan headache yang biasa dialami pengguna Linux dengan GPU NVIDIA.

Auto-tiling bawaan meningkatkan produktivitas secara signifikan tanpa perlu install extension tambahan.

Pop!_OS tidak mengandung bloatware seperti banyak distro lain. Kamu mendapatkan sistem yang clean dengan hanya aplikasi essential pre-installed. Recovery partition adalah fitur unik yang memungkinkan kamu untuk reinstall OS kapan saja sambil mempertahankan files, settings, dan Flatpak applications.

Fitur Refresh ini sangat berguna saat sistem mengalami masalah tanpa perlu backup dan restore manual.

Kekurangan Pop!_OS

Komunitas Pop!_OS, meskipun growing dan active, masih jauh lebih kecil dibanding Ubuntu. Ini berarti saat kamu menghadapi masalah spesifik, kemungkinan menemukan solusi di forum atau dokumentasi online lebih terbatas.

Resource online seperti tutorial, troubleshooting guide, dan community support tidak sebanyak Ubuntu yang memiliki puluhan tahun presence.

Update Pop!_OS biasanya lebih lambat dari Ubuntu upstream. Karena System76 melakukan additional testing dan customization, release cycle-nya tertinggal beberapa waktu. Ini bisa menjadi masalah jika kamu menginginkan akses immediate ke fitur atau security patch terbaru.

COSMIC Desktop, meskipun innovative, masih dalam tahap maturing. Beberapa pengguna melaporkan minor issues dengan NVIDIA pada GPU lama, missing features seperti HDR support, dan occasional bugs dengan screen sharing.

Battery life di laptop juga dilaporkan bisa lebih buruk dibanding GNOME yang sudah decades of optimization.

Kelebihan Ubuntu

Komunitas Ubuntu adalah salah satu yang terbesar dan paling active di dunia Linux. Dengan jutaan pengguna di seluruh dunia, kamu hampir pasti akan menemukan solusi untuk setiap masalah yang kamu hadapi.

Forum Ubuntu, Ask Ubuntu, dan berbagai resource online lainnya menyediakan wealth of knowledge yang tak ternilai.

Dokumentasi Ubuntu sangat lengkap dan comprehensive. Official documentation, community-maintained wiki, dan ribuan tutorial membuatnya sangat mudah untuk belajar dan troubleshoot.

LTS support selama 5 tahun (dan tambahan 5 tahun Expanded Security Maintenance dengan Ubuntu Pro) menjadikan Ubuntu pilihan ideal untuk production environment.

Kompatibilitas software di Ubuntu adalah yang tertinggi di ekosistem Linux. Hampir semua software Linux mendukung Ubuntu secara official, dan banyak vendor yang hanya menyediakan package untuk Ubuntu.

Ubuntu lebih stabil untuk production use dengan track record yang proven di enterprise dan server environment.

Kekurangan Ubuntu

Snap packages tetap menjadi sumber kontroversi di komunitas Ubuntu. Snap applications memiliki startup time yang lebih lambat, memakan lebih banyak disk space, dan kadang mengalami masalah dengan permission dan theming. Canonical terus mendorong Snap meskipun feedback komunitas yang mixed.

Ubuntu hadir dengan lebih banyak bloatware default dibanding Pop!_OS. Pre-installed applications yang mungkin tidak kamu butuhkan memakan space dan resource sistem. Performa Ubuntu bisa terasa sedikit lebih berat, terutama pada hardware lama atau mid-range.

Ubuntu kurang optimal untuk gaming dibanding Pop!_OS. Driver NVIDIA memerlukan manual installation, dan tidak ada optimasi khusus untuk gaming performance. Meskipun Ubuntu bisa digunakan untuk gaming dengan konfigurasi yang tepat, experience-nya tidak se-seamless Pop!_OS.

Pop!_OS vs Ubuntu: Perbandingan Benchmark 2026

Benchmark performa CPU menunjukkan bahwa Pop!_OS dan Ubuntu memiliki performa yang sangat comparable.

Dalam pengujian Geekbench, perbedaan performa CPU antara keduanya tidak measurable significant. Kedua distro menggunakan Linux kernel yang modern dan optimized, sehingga raw CPU performance hampir identik untuk workload normal.

Benchmark performa GPU adalah area di mana Pop!_OS menunjukkan keunggulan clear. Dengan driver NVIDIA yang lebih optimized dan kernel graphics stack yang lebih recent, Pop!_OS memberikan frame rates yang lebih tinggi dalam gaming dan GPU-accelerated workloads.

Pop!_OS juga unggul dalam hybrid graphics scenarios di mana switching antara integrated dan discrete GPU smooth dan automatic.

Gaming performance test konsisten menunjukkan Pop!_OS sebagai performer yang lebih baik. Dalam benchmark FPS menggunakan Steam dan Lutris, Pop!_OS umumnya memberikan 5-10% frame rate lebih tinggi dibanding Ubuntu dengan konfigurasi hardware yang sama.

Battery life comparison untuk laptop menunjukkan hasil mixed, GNOME di Ubuntu cenderung lebih power-efficient untuk pengguna umum, sementara COSMIC masih perlu optimization dalam hal power management.

Siapa Yang Cocok Menggunakan Pop!_OS?

Gamer dan pembuat konten akan mendapatkan manfaat maksimal dari Pop!_OS. Driver kartu grafis yang sudah dioptimalkan, performa yang responsif, dan dukungan lengkap untuk berbagai perangkat gaming membuat Pop!_OS menjadi pilihan ideal untuk hiburan dan pekerjaan kreatif.

Kamu bisa langsung bermain game atau mengedit video tanpa harus melakukan pengaturan rumit terlebih dahulu.

Pengguna dengan kartu grafis NVIDIA akan sangat terbantu karena proses instalasi yang mudah dan performa maksimal tanpa perlu konfigurasi manual yang merepotkan. Semua driver sudah tersedia sejak awal, jadi kamu tidak perlu pusing mencari dan memasang driver sendiri.

Pengguna yang menginginkan sistem bersih tanpa aplikasi yang tidak perlu akan menyukai pendekatan minimalis Pop!_OS. Kamu mendapat sistem operasi yang siap pakai dengan hanya aplikasi-aplikasi penting saja, memberikan kamu kendali penuh atas apa yang terinstal di komputer kamu.​

Developer atau pengembang software yang butuh produktivitas tinggi akan diuntungkan dengan fitur pengaturan jendela otomatis, alur kerja berbasis keyboard, dan enkripsi disk penuh yang sudah aktif secara default. Fitur-fitur ini mempercepat pekerjaan sehari-hari tanpa perlu instalasi tambahan.

Siapa Yang Cocok Menggunakan Ubuntu?

Pemula di dunia Linux akan menemukan Ubuntu sebagai titik awal yang sangat tepat. Dengan dokumentasi yang sangat lengkap, komunitas pengguna yang besar, dan kompatibilitas luas dengan berbagai perangkat lunak, kurva pembelajaran Ubuntu relatif landai dan tidak terlalu curam.

Pengguna yang membutuhkan stabilitas maksimal untuk pekerjaan atau penggunaan server akan sangat menghargai versi LTS Ubuntu dengan dukungan selama 5 tahun. Ini berarti sistem kamu akan terus mendapat pembaruan keamanan dan perbaikan bug dalam jangka waktu yang panjang.

Perusahaan dan lingkungan produksi hampir selalu memilih Ubuntu karena rekam jejaknya yang sudah terbukti handal. Banyak perusahaan dan organisasi mengandalkan Ubuntu untuk server, infrastruktur cloud, dan komputer kerja karyawan mereka.

Pengguna yang menginginkan dukungan jangka panjang dengan jadwal rilis yang dapat diprediksi akan menemukan Ubuntu sebagai pilihan yang aman dan dapat diandalkan.

Kesimpulan

Pop!_OS dan Ubuntu adalah dua distribusi Linux yang sangat baik dengan kekuatan unik masing-masing. Pop!_OS unggul dalam performa gaming, optimasi kartu grafis, produktivitas dengan pengaturan jendela otomatis, dan sistem yang bersih tanpa aplikasi tidak penting.

Ubuntu menawarkan komunitas pengguna yang sangat besar, dokumentasi yang lengkap, dukungan jangka panjang selama 5 tahun, dan stabilitas yang sudah terbukti untuk penggunaan profesional.

Kedua distro bisa diunduh dan dicoba melalui live USB sebelum kamu memutuskan untuk instalasi permanen, jadi jangan ragu untuk mencoba keduanya dan lihat mana yang paling cocok dengan cara kerja kamu.