Mengenal 15 Kekayaan Budaya Indonesia dan Daerah Asalnya - MayuhMacah.com - Tingkatkan Pengetahuan dengan Membaca

Mengenal 15 Kekayaan Budaya Indonesia dan Daerah Asalnya

Mengenal 15 Kekayaan Budaya Indonesia dan Daerah Asalnya

MayuhMacah.com - Sebagai salah satu negara dengan beragam RAS dan Etnis, tentunya Indonesia memiliki keragaman budaya. Kekayaan budaya Indonesia tersebar di seluruh jajaran pulau dari sabang sampai merauke.

Keberagaman budaya tersebut tentu harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat akan betapa pentingnya menjaga dan mewariskan budaya yang ada.

Pada tahun 2018 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menetapkan sebanyak 225 Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ada di Indonesia.

Warisan Budaya Takbenda adalah sebuah praktik, representasi, ekspresi, serta pengetahuan dan keterampilan yang berlangsung dari generasi ke generasi sehingga menjadi sebuah budaya.

Warisan Budaya Takbenda dikenal juga dengan istilah Warisan Budaya Hidup dan diwujudkan dalam bentuk :

  • Tradisi dan ekspresi lisan 
  • Seni Drama 
  • Praktik sosial, ritual dan acara meriah 
  • Keahlian Tradisional 
  • Pengetahuan dan praktik tentang alam dan alam semesta
Beragam budaya di Indonesia menjadi salah satu daya tarik wisata lokal maupun manca negara. Banyak aksi aksi budaya yang ditampikan sebagai sebuah wisata seperti :

  • Wisata budaya Tari Barong di Bali
  • Wisata budaya Candi Borobudur di Jawa Tengah 
  • Wisata Budaya Tari Reog Ponorogo di Jawa Timur
Sebagai bentuk kepedulian, kita harus tahu macam-macam budaya di Indonesia dan daerah asal budaya tersebut berkembang. Berikut admin MayuhMacah rangkumkan 15 kekayaan budaya Indonesia dan daerah asalnya.

Ngaben


Kita mulai dari pulau seribu pesona, Bali. Tradisi ngaben merupakan peringatan upacara kematian yang dilakukan di Bali. Seorang yang sudah meninggal harus disucikan dan kemudian dikremasi (dibakar) dengan iringan gamelan dan arak-arakan.

Masyarakat bali menganggap prosesi tersebut dapat mengantarkan jiwa orang yang meninggal menuju ke nirwana. Tradisi Ngaben kini menjadi daya tarik wisata di pulau dewata bali. Semakin kaya keluarga yang ditinggal maka semakin meriah upacara ngabennya.

Hal itu terlihat dari ukuran bade’ (menara pagoda) dan patulangan (sarkofagus berbentuk hewan), beragam ukuran dan bentuk Badé dan patulangan menunjukan status sosial almarhum.

Karapan Sapi


Karapan Sapi merupakan antraksi budaya yang lahir dari tradisi para petani di Madura. Sepasang sapi dipacu oleh tukang tongkok (joki) untuk melaju di area pintasan sepanjang 100 meter yang berlangsung selama 4 babak.

Tradisi karapan sapi digelar setiap tahunnya antara bulan agustus sampai september. Fakta unik dari tradisi karapan sapi yang perlu kamu tahu adalah, untuk melaju sejauh 100 meter hanya dibutuhkan waktu kurang dari 1 menit.

Lomba karapan sapi dibagi menjadi dua macam yaitu; bupati cup yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun, dan presiden cup 1 kali dalam setahun.

Tari Saman


Tari Saman merupakan budaya tari yang berasal dari Suku Gayo Provinsi Aceh. Tari saman dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang Ulama yang berasal dari Gayo Aceh Tenggara.

Mulanya tarian saman digunakan sebagai media dakwah dan menyampaikan pesan keagamaan. Tarian saman dimainkan setidaknya belasan atau puluhan laki-laki dan berjumlah ganjil.

Tari yang serupa dengan tari saman adalah tari Ratoh Jaroe, Tari Ratoh Jaroe pernah ditampilkan pada saat pembukaan Asean Games 2018, dan banyak yang mengira kalau tarian tersebut adalah tari saman, nyatanya tarian tersebut adalah Tari Ratoh Jaroe yang dimainkan oleh ribuan siswi SMA/SMK.

Upacara Potong Jari


Papua terkenal dengan budaya dan tradisinya yang terbilang ekstrim, salah satunya adalah upacara potong jari.

Upacara potong jari atau Niki Paleg merupakan ungkapan kesedihan dan bela sungkawa Suku Dani terhadap keluarga yang telah meninggal. Upacara potong jari biasa dilakukan oleh wanita, sedangkan untuk laki-laki melakukan upacara memotong daun telinga atau Nasu Paleg.

Bau Nyale


Bau Nyale merupakan salah satu warisan budaya dari pulau lombok. Tradisi Bau Nyale adalah kegiatan menangkap cacing laut disepanjang pantai pulau lombok.

Tradisi yang diikuti ribuan orang ini diadakan setiap satu tahun sekali dan berlangsung saat dini hari sampai menjelang fajar. Cacing laut (Nyale) yang warna warni tersebut bagi masyarakat lombok adalah jelmaan dari putri mandalika.

Selain sebagai warisan budaya leluhur, kini tradisi nyale menjadi salah satu tujuan wisata di pulau lombok. Wisata budaya Bau Nyale sangat dinanti-nanti para tourist karena selain meriah juga karena hanya diadakan satu kali dalam setahun.

Tari Piring


Budaya Tari berikutnya adalah Tari Piring yang berasal dari Minangkabau. Tari Piring mempunyai filosofi pemberian dan persembahan kepada sang pencipta atas keberhasilan panen.

Seiring berkembangnya jaman, kini tari piring sudah bisa dipertunjukkan secara bebas bahkan sebagai objek wisata budaya.

Dalam pelaksanaanya, Tari Piring biasa dimainkan oleh 3-5 orang yang memegang dua buah piring di kedua tangannya. Kaki para penari juga dipakaikan gelang lonceng yang akan berbunyi ketika penari melakukan antraksi tari piring.

Rudat Banten


Banten terkenal dengan budaya debusnya, yaitu sebuah antraksi kebal senjata tajam. Selain itu masih banyak budaya yang ada di Banten salah satunya adalah Rudat Banten.

Rudat Banten merupakan tradisi yang diwariskan Sunan Gunung Jati ketika menyebarkan Islam di Banten. Selanjutnya seni rudat banten semakin berkembang pada zaman Sultan Agung Tirtayasa sekitar abad 16 Masehi.

Di daerah jawa tengah dan jawa timur seni yang serupa rudat banten dikenal dengan sebutan Rebana atau terbangan. Yang biasa ditampilkan pada acara pernikahan, pertunjukan, dan acara yang bernuansa islami lainnya.

Fahombo / Lompat Batu Nias


Selain terkenal dengan pesona pantainya, ada sebuah budaya yang sangat melegenda dari pulau Nias, yaitu Fahombo atau Lompat batu Nias. Sebuah batu yang tersusun setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 centimeter harus dilompati oleh pemuda nias.

Dulunya lompat batu nias dijadikan saran latihan ketangkasan untuk menghadapi peperangan antar suku. Namun seiring perjalanan waktu, budaya lompat batu nias menjadi semacam ritual untuk menunjukkan kedewasaan pemuda di pulau Nias.

Saking melegendanya, tradisi lompat batu nias pernah muncul dalam salah satu mata uang kertas Indonesia.

Buluh Gila / Bambu Gila


Budaya kesenian yang tak lepas dengan unsur mistis ini berasal dari Maluku dan dipercaya sudah ada sejak sebelum masuknya agama nasrani dan agama Islam.

Konon katanya tradisi tersebut berasal dari hutan bambu yang berada di kaki gunung gamalama, Ternate, Maluku Utara.

Bambu yang digunakan harus bambu yang berasal dari hutan bambu, sebelum memotong pawang terlebih dahulu meminta ijin kepada Roh yang menjaga hutan bambu. Setelah semuanya siap, pawang akan membakar menyan dan membaca mantra-mantra.

Asap dari menyan tadi dihembuskan ke batang bambu, roh roh jahat akan memasuki batang bambu yang membuat bambu tersebut terguncang seakan-akan menggila, semakin lama maka semakin kuat guncangan yang dibuat bambu gila tersebut.

Tari Barong


Nama asli seni tari barong adalah tari barong kunti sraya, sebuah atraksi kebudayaan yang mengisahkan pertarungan sadewa yang menjelma menjadi barong melawan rangda yang merupakan ratu leyak.

Kesenian asal Bali tersebut sangat diminati oleh wisatawan mancanegara, bahkan sampai diperkenalkan dengan nama barong and keris dance, karena sebelum akhir pertunjukan ada adegan semacam debus dimana para penari menusuk-nusukkan keris ke dada mereka namun tanpa terluka sedikitpun.

Tradisi Dugderan


Tradisi Dugderan berasal dari kota Semarang, sebuah tradisi festival untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi dugderan dimulai dengan adanya pasar malam yang berlangsung selama satu bulan menjelang Ramadhan.

Kemudian di akhiri dengan festival kirap budaya warak ngendok dan pengumuman awal bulan Ramadhan.

Tradisi dugderan semarang sudah ada sejak masa pemerintahan Bupati Kyai Raden Mas Tumenggung Purbaningrat. Tradisi seperti ini di kota Kudus dikenal dengan istilah Dhandangan yang juga berlangsung selama satu bulan penuh.

Upacara Rambu Solo


Tradisi Rambu Solo merupakan upacara pemakaman yang unik dari Tana Toraja. Bukannya dikubur, melainkan dimasukkan kedalam lubang yang ada pada sebuah tebing batu.

Upacara rambu solo adalah tradisi yang sangat kompleks, butuh dana besar dan waktu persiapan sampai berbulan-bulan.

Puncak upacara rambu solo berlangsung pada bulan juli dan agustus. Pada puncak acara tersebut banyak turis yang berdatangan menyaksikan kemegahan upacara pemakaman asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Tari Gong / Tari Kencet Ledo


Tari gong atau Tari kencet ledo merupakan tarian tradisional dari suku dayak kenyah kalimantan timur. Disebut tari gong karena dalam pertunjukannya diiringi tabuhan gong sebuah alat musik tradisional yang ada di Indonesia.

Tarian ini menceritakan seorang gadis cantik yang menari di atas gong yang nantinya akan diperebutkan 2 pemuda Dayak.

Tari gong atau tari kencet ledo biasa dimainkan oleh seorang gadis dan biasanya dipertunjukkan pada saat upacara penyambutan tamu agung atau upacara menyambut kelahiran seorang bayi kepala suku.

Merarik


Bisa dibilang merarik merupakan budaya kawin lari dalam tradisi pernikahan suku sasak lombok. Sebelum melanjutkan ke pernikahan, pihak laki-laki meminang sang gadis dengan membawanya lari kerumah laki-laki.

Kemudian kedua belah pihak akan bermusyawarah, jika menghasilkan mufakat maka akan berlanjut ke acara pernikahan. Tradisi Merarik di lombok memiliki 4 makna, yaitu;

  • Kebanggaan pada pihak perempuan karena merasa dibutuhkan
  • Keberdayaan pada pihak laki-laki bahwa laki-laki memiliki kekuatan dan keberanian untuk mendapatkan sesuatu
  • Timbulnya rasa kebersamaan pada pihak perempuan dan masyarakat dengan memilih jalan pernikahan
  • Keuntungan secara ekonomi bagi pihak perempuan karena berhak menentukan mahar perkawinan

Sekatenan


Sekatenan merupakan salah satu adat budaya Yogyakarta yang sudah ada sejak awal masuknya islam ke tanah jawa. Tradisi tahunan ini dilakukan di keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad pada tanggal 5 Rabiul Awal.

Puncak dari acara Sekatenan adalah saat grebeg maulud dilaksanakan, dimana akan ada arak-arakan beraneka ragam hasil bumi. Arak-arakan hasil bumi tadi akan diperebutkan oleh masyarakat sekitar dan wisatawan yang ikut hadir.

Selain itu juga terdapat pasar malam yang berlangsung selama sebulan penuh di alun-alun utara keraton jogjakarta.

Dengan beragam kebudayaan yang ada di Indonesia tentu kita harus bangga. Berkat kebudayaan tersebutlah nama negara kita dikenal sebagai negara dengan peradaban tinggi, negara yang menjunjung nilai-nilai perbedaan.

Sekian dulu artikel mengenai macam-macam budaya Indonesia dan daerah asal budaya tersebut. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat, sampai jumpa di artikel menarik berikutnya.