Simak 3 Tradisi Khas Budaya Aceh Yang Seru-Seru - MayuhMacah.com - Tingkatkan Pengetahuan dengan Membaca

Simak 3 Tradisi Khas Budaya Aceh Yang Seru-Seru

Simak 3 Tradisi Khas Budaya Aceh Yang Seru-Seru

MayuhMacah.com - Nanggroe Aceh Darussalam atau yang lebih sering dikenal dengan nama Aceh adalah salah satu wilayah yang ada di kepulauan milik Negara Indonesia.

Wilayah satu ini ditinggali oleh penganut agama Islam secara mayoritas. Karena itu ia memiliki sebutan Serambi Mekkah. Budaya Aceh juga sangat banyak yang memiliki ciri khas tersendiri.

Yang mana budaya tersebut masih terus dilakukan sebagai sebuah tradisi. Secara turun - temurun, masyarakat Aceh telah melestarikannya sebagai sebuah warisan leluhur.

Adapun beberapa yang akan diulas pada artikel ini. Agar kita bisa sama - sama mengetahui dan terus melestarikannya sebagai ikonik dari negara Indonesia.

1. Tradisi Khanduri Pang Ulee


Bagi para umat Muslim, Maulid Nabi adalah salah satu hari yang penting. Karena di hari tersebut akan dilakukan sebuah perayaan sebagai perwujudan rasa cinta umat Muslim pada Nabi Muhammad SAW.

Di Aceh, terdapat sebuah tradisi Khanduri Pang Ulee untuk merayakan peringatan Maulid Nabi. Dalam budaya Aceh yang satu ini, para ibu akan menyiapkan berbagai macam jenis makanan.

Makanan tersebut nantinya akan di bawa ke sebuah masjid atau lapangan. Masyarakat Aceh akan memakan makanan tersebut secara bersama - sama. Yang menjadi keunikan dari tradisi ini ialah makanan yang tersisa, harus dibawa pulang lagi.

2. Tradisi Tulak Bala


Ketika memasuki bulan Safar, masyarakat Aceh akan melakukan tradisi unik khas daerahnya, yaitu Tulak Bala. Yang mana dilakukan hanya setahun sekali saja.

Berdasarkan kepercayaannya, di saat cuaca yang pancaroba, aura kurang baik banyak tersimpan. Oleh karena itu sangat penting dilakukan tradisi ini. Sebagai cara untuk membuang segala macam aura negatif dalam tubuh dan sekitarnya.

Dalam budaya Aceh ini, dilakukan dengan berdoa bersama di dekat pantai, sungai, atau tempat lainnya. Dan diakhiri dengan mandi kembang oleh setiap orangnya secara bersama - sama.

3. Tradisi Peusijuek


Dalam acara - acara pernikahan, syukuran, atau acara serupa lainnya, akan didampingi dengan tradisi Peusijuek. Nama tersebut diambil dari kata sijue yang berarti dingin.

Tujuannya ialah untuk mendatangkan keberkatan, keselamatan, serta ketenangan. Atau secara lainnya, merupakan langkah untuk mendapatkan ridho dan perlindungan-Nya.

Nah itulah beberapa tradisi yang ada di Aceh. Yang mana sudah menjadi kekhasan atau ciri yang melambangkan wilayah tersebut.

Selain tiga tradisi ini, masih banyak sekali tradisi yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam yang bisa kamu pelajari. Yang mana masih sangat lekat dan menjadi kebiasaan sehari - hari masyarakat di sana.

Karena mayoritas penghuninya ialah umat Muslim, maka wajar tradisi yang ada rata - rata sangat menganut ajaran Islam.

Begitu banyaknya budaya Aceh juga harus terus kita hormati dan lindungi keberadaannya. Karena budaya merupakan warisan leluhur yang menjadi kekhasan akan wilayah tersebut.