Esensi Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Psikomotorik Anak - MayuhMacah.com - Tingkatkan Pengetahuan dengan Membaca

Esensi Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Psikomotorik Anak

Esensi Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Psikomotorik Anak

MayuhMacah.com - Tahu gak kalian apa itu psikomotorik dan apa fungsinya?

Psikomotorik merupakan bagian dari perkembangan individu manusia berkaitan dengan gerakan fisik berdasarkan hasil olah dari kognitif dan rangsangan yang menghasilkan perilaku.

Hal ini erat kaitannya dengan sebuah permainan, kenapa demikian? Dari permainan akan memunculkan sebuah gerakan.

Permainan apa yang paling kalian sukai? Ingatkah permainan anak-anak zaman lampau atau yang biasa disebut permainan tradisional. Disadari atau tidak, waktu kita anak-anak dahulu penuh dengan dunia permainan, di mana objek bermain adalah hidup kita.

Keseharian tentu banyak dihabiskan untuk bermain, bahkan tempat tidur pun dijadikan objek untuk bermain. “tiada hari untuk bermain”.

Kegiatan bermain menjadi begitu menarik dan berkesan. Tentu semua senang bermain tidak terkecuali, tanpa harus tahu apa faedahnya? Oleh karena itu, fluktuasi dalam bermain tidak dirasa. Senantiasa dilakukan baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa sesuai kegemaran masing-masing.

Selain itu, sadarkah kita sebagai manusia yang lahir pada tahun 90-an tentu merasakan rindu akan permainan tradisional yang pada saat ini bergeser ke gadget/digital.

Permainan Tradisional Untuk Perkembangan Psikomotorik Anak


Permainan tradisional merupakan wadah konkret untuk mengembangkan psikomotorik anak. Hal ini tidak lain untuk merangsang kecerdasan anak melalui permainan tradisional salah satunya masak-masakan.

Sebagai orang tua harus memfasilitasi itu, guna menjaga pengaruh teknologi digital akan perkembangan anak. Pasalnya, kerap kali kita jumpai permainan tradisional anak hampir musnah atau sudah bergeser ke dunia digital yang dapat dikatakan penuh tanda tanya dari segi kegunaannya.

Sehingga perlu kepekaan orang tua untuk mengontrol pola bermain dan perkembangan psikomotorik anak-anaknya.

Semoga tidak hanya kenangan, permainan tradisional menggiring cerita tentang aku, kamu, dan teman-teman. Bermain tanpa diundang, ke sana-sini semua penuh kolaborasi seperti halnya; permainan masak-masakan, kelereng, bola pantai, engklek, petak umpet, lompat tali, dll.

Tentu seru, kan? Permainan tradisional yang sekarang hampir usang, semua beralih ke suasana digital.

Manfaat Permainan Tradisional untuk Perkembangan Anak


Kalian tahu gak pentingnya kenapa harus permainan tradisional daripada bermain gadget/digital? Menurut ilmuan, permainan tradisional memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Dapat mengembangkan karakter positif bagi anak.
  2. Anak juga tumbuh jiwa sosialnya.
  3. Perkembangan psikomotorik anak aktif.
  4. Berkembangnya aspek kognitif anak.
  5. Kepekaan problem solving anak berkembang.
Kelima uraian di atas dapat disinkronkan sebagaimana contohnya, anak bermain masak-masakan yang meliputi teman sebayanya dari situ tentu akan didapatkan nilai gotong royong, gerak motorik halus anak aktif, imajinasi anak berkembang, serta ide pemecahan masalahnya juga akan terpakai.

Bayangkan, di era digital. Segala aspek permainan tradisional bergeser ke gadget/digital. Betapa senangnya anak kita mengoperasikan dan acuh tak acuhnya kita sebagai orang tua. Padahal yang demikian menjerumuskan setapak demi setapak.

Faktanya, tidak sedikit kita jumpai anak akibat gadget/digital kecanduan game online, bahaya layar bagi mata, uang habis untuk beli kuota internet.

Akibatnya, semua tampak individual tak ada pergerakan serta berkumpul dengan teman, aktivitas kesehatan terabaikan. Maka dari itu, tidak lama lagi akan merusak perkembangan psikomotorik, sosial, dan kognitif anak.

Kesimpulan


Kita sebagai orang tua tak boleh tinggal diam, untuk apa modernisasi kalau tak menguntungkan? Perkembangan anak merupakan aspek yang mahal untuk ditunaikan tak boleh kendor, anak agar tidak nangis di seruputi gadget supaya bermain.

Tidak begitu solusinya, mari kembalikan fitrah permainan anak yang menumbuh kembangkan salah satunya dengan permainan tradisional, bukan terkungkung akan kesenangan gadget/digital menuju kesengsaraan di kemudian.

Hal yang seperti ini tidak boleh dibiarkan, permainan tradisional di era digital tak boleh usang. Permainan yang dibuat langsung oleh pemainnya, berbagai alat dan benda dipakai. Secara tidak langsung hal yang mendorong kekreatifan untuk menciptakan alat-alat permainan.

Oleh karenanya, permainan tradisional yang bernilai bagi perkembangan karakter, kognitif, psikomotor perlu dipelihara dan dilestarikan, agar tidak hilang dari budaya bangsa.

Sebaliknya, permainan game online yang tidak teratur sehingga banyak yang rusak baik jasmani maupun rohaninya tentu banyak mudaratnya terhadap perkembangan anak baik fisik maupun psikis.